Wednesday, October 10, 2012

Review Lagu dan Video Klip "Tulus - Sewindu"


sudah sewindu, ku di dekatmu
ada di setiap pagi, di sepanjang harimu
tak mungkin bila engkau tak tahu
bila ku menyimpan rasa, yang ku benam sejak lama

setiap pagi, ku menunggu di depan pintu
siapkan senyum terbaikku, agar cerah harimu
cukup bagiku, melihatmu tersenyum manis
di setiap pagimu, siangmu, malammu

sesaat dia datang, pesona bagai pangeran
dan beri kau harapan, bualan cinta di masa depan
dan kau lupakan aku, semua usahaku
semua pagi kita, semua malam kita

Reff:
oh tak akan lagi..ku menunggumu di depan pintu
dan..tak ada lagi..tutur manis ku merayumu

jujur memang sakit di hati
bila kini nyatanya engkau memilih dia
takkan lagi ku sebodoh ini
larut di dalam angan-angan tanpa tujuan

ini tulisan pertama gw buat nge-review lagu, terutama tentang korelasi lagu sama klip-nya.  Alasan gw milih lagu ini, karena lagunya catchy banget, penyegaran juga buat telinga gw, dan gw penasaran juga, soalnya di channel pribadi link video klip lagu ini di youtube, ada yg penasaran sama objek yang ada di dalam klip. Pasti ada maksud tertentu kenapa objek itu ada di dalam video-nya, atau dari cara pengambilan gambar dan gerak-gerik si model video klip.

Video klip-nya simple, sederhana, terkonsep.  Lo bisa liat langsung di sini, dan gw akan mulai review, berdasarkan persepsi gw.

Objek yang menurut gw penting adalah gelas kosong, buah apel yang ditusuk garpu.

0:27 - 1:06
itu penggambaran dari bait pertama sama kedua, dimana si cewe duduk di sofa, merasa nyaman, ceria, karena si cowo selalu ada dan nemenin dia.  Dan si cowo tampak masih berharap.

1:06 - 1:48
gambaran dari bait ketiga sama reff, dimana si cewe jalan di atas sementara cowonya di bawah, atau sama-sama di bawah berdeketan tapi si cowo memalingkan muka, sementara si cewe asik sendiri.  Maksudnya, sejak ada "si pangeran", si cewe mulai agak jauh sama si cowo, kalopun lagi deket, ya si cewe mungkin asik aja nyeritain tentang "si pangeran", dan si cowo kecewa.

2:07 - 2:27
si cewe tiduran di atas hamparan sprei putih yang di sekelilingnya ada buah anggur dan apel.  Di sebelah kiri cewe, ada buah apel yang ditusuk garpu, kemudian si cewe makan apel-nya.  Sprei putih, anggur dan apel gambaran "si pangeran", pengungkapan istimewa.  dikelilingin beberapa buah anggur dan apel yang ditusuk, gambaran betapa "si pangeran" bisa ngasi segalanya buat si cewe, dan si cewe terlena.

2:36 - 2:42
ada scene dimana si cewe jalan di tengah-tengah kumpulan gelas kosong yang tertata rapi.  Gelas kosong adalah gambaran keadaan si cowo, dan jumlah gelasnya adalah gambaran lama waktu si cowo nemenin si cewe, mungkin gambaran dari sewindu itu.  Jadi, selama itu, hati si cowo tidak pernah terisi perasaan si cewe, itulah kenapa gelasnya kosong.

2:30 - 2:32
scene dimana si cewe duduk di sebuah kayu, di sudut kamar.  Gambaran kalo ternyata, walaupun si cewe punya "si pangeran", tapi masih ngerasa kesepian, si cowo lebih bisa bikin dia bahagia daripada "si pangeran".

masuk scene terakhir, si cewe di gambarkan duduk di bawah di antara gelas kosong, ekspresinya kayak ada yang hilang, sementara si cowo duduk dengan posisinya lebih tinggi dari si cewe, dan ekspresinya tersenyum.  Disini si cewe nyesel udah lebih milih "si pangeran" dibanding si cowo, sementara si cowo udah ikhlas, dan udah lega.  "udah gw gpp, klo emang lo lebih bahagia sama dia, gw ikut seneng", gitu mungkin kata si cowo.

klo buat scene yang si cewe mecahin TV, butuh usaha keras buat si cewe ngelupain si cowo.  Dan gak gampang.

well... inilah review pertama gw, hope you enjoy it :)







Thursday, October 4, 2012

Denganmu atau Tanpamu.....Smartphone

Dulu sih ya...duluuuu banget, orang tu otaknya bener-bener dipake deh.  jaman belom ada henpon sama sekali, semua jadwal, tugas, deadline, nomer telpon, lo catet bener-bener di buku agenda atau buku khusus.  walaupun bisa nelpon buat nanya, tapi sayang banget kayaknya klo nelpon cuma buat nanya tugas ato deadline.  Bahkan mungkin beberapa nomer telpon ada yang lo apal di luar kepala.  Gw, inget hampir sepuluh nomer telpon rumah temen gw, yang kadang gw telpon buat nanyain jawaban pe-er :p

Wartel dan telepon umum koin jadi pusat perhatian.  Nyari wartel yang pewe buat pacaran ditelpon.  Gw pernah nemu wartel yang kamar bicara-nya dikasi kursi kyk sofa gitu.  Ke wartel diatas jam 10 biar agak murah bayarnya.  Klo yang suka pake telpon koin, pada ngiket koinan sama tali biar bisa ditarik lagi, atau mencet kode-kode aneh biar bisa gratis :)

Mulai masuk henpon, fungsi otak mulai berkurang.  Nomer telepon bisa disave di henpon, deadline sama tugas masuk reminder, gak bingung nyari wartel atau telpon koin buat nelpon.  Dan yang paling penting, fungsi henpon disini masih murni buat komunikasi, bukan multi-tasking kayak sekarang.

Kemudian nongol henpon pake kamera, yang fungsi utamanya masih dipake, telpon dan sms.

Akhirnya, keluarlah smartphone, henpon multi-talented, multi-tasking, tapi maksud gw bukan yang bisa nonton tv loh X)) Ini beneran, orang kayaknya ketergantungan banget, sampai pada suatu saat katanya jaringannya bermasalah, dan smartphone yang punya fitur BBM ini pending, penggunanya kelabakan.  Gw sih rada aneh ya, itu kan henpon, masih bisa buat nelpon sama sms, ya dipake lah, masa tergantung sama BBM.  Dan jawabannya rata-rata sama, "gw gak nyimpen nomer hape-nya".

Jadi, mulai sekarang yang harus dilakukan adalah:
1. Kalo lo kenalan sama orang baru, selain minta PIN, minta juga nomer hapenya, kalo perlu minta semua jalur komunikasi yang dia punya.  Facebook, twitter, e-mail, instagram, skype, path, YM, G-Talk, dll.

2. Gak semua orang harus lo mintain nomer hape atau jalur komunikasi yang lain jg sih, yang penting aja, kayak keluarga, pacar, relasi, dosen, dll.

3. Kalo yang namanya BBM itu pending, jangan trus ngobrol di status, itu ruang publik.  Kalo emang gak terlalu penting, ya tungguin aja sampe 'D', tapi kalo penting, ya sms aja ato telpon.  Gitu.

Smartphone itu bagus, amat sangat membantu komunikasi, bagi yang paham, kalo yang belum paham malah jadi nyusahin orang lain :)

oh iya satu lagi, yang namanya BBM sama sms itu kita berkomunikasi lewat tulisan, jadi perhatikan tanda baca dan tata bahasanya, salah tanda baca, salah penempatan tanda baca, salah tata bahasa, akhirnya jadi beda intonasi dan beda persepsi, trus salah paham deh :) jadi, komunikasi yang paling baik ya langsung ketemu ngobrol face to face, minimal telpon.

Because smartphone for smart people.

04 10 12

Saturday, September 29, 2012

Kait Terkait #3

Di dalam SOLDIER ada SOLD dan DIE.. karna seorang tentara harus siap "menjual" segalanya untuk negara, termasuk nyawanya.

Di dalam MALU ada MAU.. orang pemalu itu sebenarnya banyak maunya.  Iya.  Malu tapi mau.

Di dalam CANTIK ada ANTIK.. karna cantik yang sebenarnya adalah yang beda dari biasanya, yang bukan cuma modal tampang atau modal make-up.

Di dalam CHAMPION ada PION.. orang bermental juara gak akan pernah takut maju menghadapi semua hambatan walaupun memiliki kekurangan.

TOMORROW itu TO-MOre-ROW.. karna memang harus lebih semangat menyambut hari esok untuk memperbaiki kegagalan hari ini.

FOREST itu FOR-REST.. ya memang seharusnya hutan itu jangan ada campur tangan manusia yang berlebihan, kalo gak mau ekosistem rusak.  Rumah bagi penghuninya.

Di dalam FIRST ada FIST.. karna segala sesuatu hal yang pertama kali, pasti bakal membekas dalam ingatan, seperti pukulan di muka.

Di dalam NANYA ada NAYA.. orang kalo ketemu sama @nayyaaa pasti bawaannya pengen nanya mulu. #yakali

Thursday, September 27, 2012

Matahariku Sudah Mulai Tinggi

Matahariku sudah mulai tinggi
semakin tinggi
terus meninggi
bahkan tidak ada awan hitam yang sanggup menghalangi

semuanya terlalu cepat
untukku, atau untuknya

waktu tidak pernah memihak siapapun
waktu hanya memberikan kesempatan
dan kesempatan selalu diperebutkan
termasuk kesempatan untuk memilikimu
memiliki matahari yang terang sendiri

tapi mataharipun bisa terbenam
terbenam karena kesendirian
terus mengejar bulan menjadi pasangannya
dan kenyataannya kesempatan tidak pernah mempertemukan mereka
tapi gerhana mempertemukan mereka
untuk kemudian berpisah lagi

jadi mungkin lebih baik menjadi bintang untukmu di malam hari
dan menjadi awan untukmu di siang hari

ahh.. tapi matahariku sudah semakin tinggi

27 09 12

Tuesday, September 25, 2012

Tentang Ruteng

Saya mau berbagi cerita sedikit tentang perjalanan saya yang dalam rangka bekerja di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai Timur, Flores.

Meninggalkan Jakarta tanggal 24 Oktober 2011, transit di Bali, kemudian berlanjut terbang dan mendarat di Bandar Udara Komodo Labuan Bajo.



Sampai disana disambut dengan sedikit gerimis dan pemandangan yang gersang. Kurang lebih sekitar 2 jam menunggu jemputan untuk kemudian langsung bertolak menuju Ruteng.

Perjalanan dari Labuan Bajo menuju Ruteng ditempuh sekitar 4 jam. perjalanan menuju Ruteng cukup mengocok perut,berbelok-belok dan naik turun. Sampai di Ruteng ternyata dingin sekali, keesokan paginya baru saya cek melalui GPS dan ternyata berada di ketinggian 1.170 mdpl.


Jadi, Ruteng merupakan sebuah Kecamatan yg berada di Kabupaten Manggarai Timur yang letaknya bisa dibilang di kaki gunung. Kebetulan saya disana ada kegiatan studi potensi dan pemetaan untuk pembangunan PLTA di Sungai Wae Racang.


Singkat saja, kami langsung menuju lokasi pekerjaan yang jaraknya sekitar 10km dari Ruteng, namanya Liang Bua. boleh dicoba googling dengan keyword "Liang Bua" dan teman-teman akan mendapatkan bahwa lokasi ini menjadi situs arkeologi adanya penemuan fosil dan kerangka manusia yang berukuran kecil. Dan kami langsung menuju Kampung Teras tempat lokasi pertama yang akan dilihat potensinya. Sesampainya disana,ternyata masyarakat sangat menerima dengan baik, bahkan tidak segan untuk menegur lebih dulu, padahal bisa dibilang kami adalah orang baru dan asing yang belum mereka kenal. Terlebih lagi setelah mereka tahu kalau kami ingin membangun PLTA disini, masyarakat betul-betul membantu pekerjaan kami, misalnya ketika kami harus memasang pilar sebagai titik referensi dan itu ada di dalam kebun, tidak masalah bagi mereka selama itu untuk kepentingan umum dan nantinya untuk kemajuan kampung mereka yang saat ini listrik memang sangat minim buat mereka.


Itu tadi lokasi pertama, di lokasi kedua, yaitu Kampung Bere, masyarakat disini memiliki pola pikir yang berbeda. Pada saat kami ingin memasang pilar seperti di lokasi Kampung Teras yang letaknya ada di dalam kebun, pada awalnya mereka mengijinkan, tapi keesokan harinya ada salah satu warga kampung yang tidak senang kalau lahannya dilewati oleh kami. mereka berbicara dengan bahasa lokal dan salah satu dari mereka menjelaskan permasalahannya kepada kami. Ya intinya mereka meminta uang ganti rugi. Demi kelancaran kami pun berdamai dengan uang ganti rugi tersebut. Tapi secara keseluruhan mereka sangat membantu pekerjaan kami, ramah, bahkan setiap kami melewati rumah penduduk selalu ditawari mampir untuk minum teh atau kopi.


Disini mereka juga mengenal tradisi pada saat panen seperti mengadakan upacara adat dan beberapa tari-tarian yang menggambarkan rasa syukur atas mereka. Hanya ada satu adat istiadat yang saya baru dengar dan wow sekali rasanya! Ada pada saat tertentu (saya tidak bertanya lebih lanjut tentang hal ini) mereka akan mengadakan pertarungan satu lawan satu, bahkan mereka bertarung sampai mati dan hukum tidak bisa menyentuhnya karena ini sebuah kebudayaan mereka turun-temurun dari leluhur.


Pekerjaan mereka semua adalah petani dan berkebun. Walaupun struktur geologinya terdiri dari batuan, tapi disini sangat subur. Apapun mereka bisa tanam disini, seperti kopi, coklat, durian, nanas, pisang dan kemiri yang sepertinya merupakan tanaman asli disini. Selain itu juga, saya menemukan 5 spesies yang mungkin bisa dibilang bunga bangkai tapi ukurannya lebih kecil dari biasanya dan tumbuh pada ketinggian yang berbeda secara liar, sayang pada waktu itu belum mekar.


Bunga yang menyerupai Bunga Bangkai.

Satu lagi yang membuat saya heran adalah, pola menanam padi atau sawah mereka (sebagian) berbentuk lingkaran dan terpusat ditengah seperti jaring laba-laba, tidak seperti sawah pada umumnya.

Buat para fotografer rasanya tidak akan rugi kalau ke Ruteng, banyak objek menarik yang bisa diabadikan asal tahan dingin aja.


Satu lagi, di kantor Bupati Manggarai Timur juga dipajang fosil yang ditemukan di daerah Liang Bua berbentuk ikan purba, mungkin sejenis Ichtyosis ya kalau gak salah (eh bener gak ya tulisannya??). Struktur batuan disana memang seperti batu karang dan berukuran besar. Dengan struktur batuan seperti itu dan terlebih lagi ditemukannya fosil ikan purba saya jadi berpikiran apa iya kalau dulunya Ruteng itu laut???


Struktur batuan di Ruteng

Fosil sejenis ikan purba yang dipajang di Kantor Bupati Manggarai Timur


Situs Liang Bua

Peneliti dari luar negeri yang melakukan penelitian di situs Liang Bua. Menurut mereka, berdasarkan hasil temuan fosil, kalau dulu disitu hidup manusia berukuran kecil yang memiliki tinggi sebatas pinggang. 

Kakek dan Nenek yang ada di foto ini rumahnya diatas bukit, mereka mendapatkan air hanya dari sungai dan untuk mendapatkannya, mereka harus turun sejauh 500m.  kalau datar aja sih gak masalah 500m, nah ini kemiringannya 45 derajat dan mereka bisa survive dsana, HEBAT!

Menyeberangi sungai memakai bambu dari batu ke batu.

Foto diambil ketika perjalanan menuju Kampung Teras. Ruteng menyambut kami dengan pelangi yang indah.