Showing posts with label Sajak-Sajak. Show all posts
Showing posts with label Sajak-Sajak. Show all posts

Monday, August 18, 2014

Hujan

Hujan, kamu lagi

Percuma
Jiwa yang belang tidak akan bisa luntur
Hanya dengan satu sapuan

Kamu harus ribuan kali datang untuk menjadikannya satu
Sehingga menyadarkannya, bahwa kamu yang membuat batu itu berlubang.

13 07 14

Wednesday, March 20, 2013

Move On

Aku tidak akan pernah bisa menyangkali hatiku
Ketika hujan mulai turun, dan aku mengingatmu, merindukanmu

Seperti daun tua yang menggantung lemah pada ranting
Sinyal cintaku terlalu lemah untuk mengharapkan balasan darimu

Dan mungkin tiba saatnya daun lemah itu jatuh ke tanah, terurai, untuk kembali tumbuh menjadi tanaman baru

Ketika... Absurd

Ketika namamu tidak hanya terlintas disetiap bangun pagi, tapi juga menjadi bagian dari doa-doaku.
Ketika senyumanmu tidak hanya mengisi lamunanku, pun menyemangati hari-hariku.
Ketika ceriamu tidak hanya menjadi bunga tidurku, tapi juga membuat hariku.
Ketika wajahmu tidak hanya menghiasi pikiranku, pun menghiasi layar HP.
Ketika tawa renyahmu tidak hanya menghangatkan telingaku, tapi juga menjadi ringtone favorit.

Dan ketika rambut panjangmu tidak hanya membuatku rindu untuk membelainya, tapi juga menutupi lubang di punggungmu.

Dan ketika indah matamu tidak hanya menggambarkan isi hatimu, pun jadi gambar cover buku TTS.

Thursday, September 27, 2012

Matahariku Sudah Mulai Tinggi

Matahariku sudah mulai tinggi
semakin tinggi
terus meninggi
bahkan tidak ada awan hitam yang sanggup menghalangi

semuanya terlalu cepat
untukku, atau untuknya

waktu tidak pernah memihak siapapun
waktu hanya memberikan kesempatan
dan kesempatan selalu diperebutkan
termasuk kesempatan untuk memilikimu
memiliki matahari yang terang sendiri

tapi mataharipun bisa terbenam
terbenam karena kesendirian
terus mengejar bulan menjadi pasangannya
dan kenyataannya kesempatan tidak pernah mempertemukan mereka
tapi gerhana mempertemukan mereka
untuk kemudian berpisah lagi

jadi mungkin lebih baik menjadi bintang untukmu di malam hari
dan menjadi awan untukmu di siang hari

ahh.. tapi matahariku sudah semakin tinggi

27 09 12

Wednesday, September 12, 2012

Ketika Cangkir Teh Berbicara

(terinspirasi dari buku "puisi tak pernah pergi : sajak-sajak bentara")

mereka mencium bibirku..beberapa disertai aroma tembakau
lalu diiringi tawa renyah dengan wajah-wajah lelah berpeluh
sesekali remahan biskuit jatuh di sekelilingku

mereka tersenyum melihatku sambil menggenggam lembut telingaku, lalu mengangkat tubuhku untuk kembali menciumku

sesaat waktu berlalu..mereka beranjak setelah untuk terakhir kalinya menciumku menuntaskan dahaga

04 12 08

Akhir Waktu


aku ingin bertemu dengan kalian yang beristirahat
aku ingin bercengkrama dan berbagi rasa dengan kalian yang beristirahat

dan akupun masih ingin bersama kalian yang berpikir
tentang hidup,perjuangan dan semangat

aku ingin memeluk kalian yang beristirahat
aku ingin mengistirahatkan hati dan jiwa bersama kalian yang beristirahat
tapi saat rasa ingin itu semakin mendekat menjadi nyata...aku takut

takut meninggalkan mereka yang masih berpikir
takut meninggalkan mereka yang hidup di hatiku
dan takut tentang kebaikan yang dibawah keburukan

semoga mereka tidak hanya merasa memiliki
saat aku sudah bertemu dengan mereka yang beristirahat

11 08 09

Dan Ternyata...


aku menulis ini di bawah bintang, di bawah purnama, di bawah mendung menutup hati

saat yang lain berbaur mimpi
aku terjaga bersama bayangan dirimu
yang mungkin terjaga bersama bayangan yang lain

rasanya tidak adil
atau aku yang egois
yang hanya ingin dirimu bukan bayanganmu

tapi selalu kalah
atau aku yang mengalah
untuk kebahagiaan mu yang semu (semoga)

dan kekal bersamaku
yang bukan bayanganmu
tapi dirimu seutuhnya

sementara dia yang memilihmu
selalu membawa dirimu bersamanya

memang aku terlambat mengenalmu
harusnya sejak awal bertemu aku mengenalmu
tapi memang terlambat

aku...kamu
hhh...

apakah waktu berpihak padaku atau tidak
tapi hatiku selalu berpihak padamu
disadari atau tidak

07 12 09

Ada Saat dimana Saat-saat Itu


ada saatnya dimana bulan tak selalu ditemani bintang
ada saatnya dimana matahari berteman awan hitam

tapi akan selalu ada
saat dimana aku merindukanmu
saat dimana aku (ingin) memanggilmu dengan sebutan "sayang"
saat dimana aku (ingin) memilikimu seutuhnya

dimana saat-saat itu (mungkin) tidak akan pernah nyata

08 07 10